Indonesia
adalah Negara yang berada di Benua Asia tepatnya di Asia tenggara. Negara
dengan julukan Negara kepulauan ini memiliki budaya yang sangat beraneka ragam.
Negara Indonesia sendiri terdiri atas berbagai suku bangsa yang berberagam
misalnya suku Jawa, Bali, Dayak, Asmad, dan masih banyak lagi. hal ini menjadi salah satu faktor terjadinya
perbedaan culture masyarakatnya. Di Jawa
sendiri terdapat banyak sekali jenis tradisi atau budaya baik tradisi cultural
yang semua ada dalam tradisi atau budaya jawa tanpa terkecuali. Dari beragam
macamnya tradisi yang ada di masyarakat Jawa, hingga sangat sulit mendeteksi
serta menjelaskan secara rinci terkait jumlah tradisi kebudayaan yang ada dalam
masyarakat Jawa tersebut. Salah satu tradisi masyarakat Jawa yang masih tetap
eksis dilaksanakan dan sudah mendarah daging serta menjadi rutinitas bagi
masyarakat jawa pada setiap tahunnya adalah Sedekah Bumi.
Sedekah
bumi merupakan ritual tradisional masyarakat Jawa yang sudah turun temurun dari
nenek moyang sejak zaman dulu. Sedekah bumi biasanya dilakukan masyarakat Jawa
yang bermata pencaharian sebagai nelayan atau petani yang menggantungkan
kehidupan keluarga dan sanak saudara mereka dari mengais rezki dari
memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Bumi. Ritual sedekah bumi khususnya bagi
kaum petani dan nelayan merupakan rutinitas yang dilakukan secara berkala
sehabis panen raya. Hal Ini dilakukan sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang
Maha Esa atas hasil panen raya. Sedekah bumi bagi masyarakat Jawa tidak hanya
sebagai rutinitas atau ritual yang sifatnya tahunan belaka akan tetapi, tradisi sedekah bumi mempunyai
makna yang lebih dari itu, upacara tradisional sedekah bumi itu sudah menjadi
salah satu bagian yang sudah menyatu dengan masyarakat yang tidak akan mampu
untuk dipisahkan dari budaya Jawa yang menyiratkan symbol penjagaan terhadap
kelestarian yang khas bagi masyarakat agraris maupun masyarakat nelayan
khususnya yang ada di pulau Jawa.
Kabupaten Lamongan adalah sebuah kabupaten
di Propinsi Jawa Timur. yang berjarak sekitar 46,5 km dari Ibu Kota Jawa Timur.
bagian utara Lamongan merupakan Daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan
laut Jawa, bagian selatan merupakan hutan dan bagian barat-timur merupakan area
persawahan. Sehingga sektor pertanian menjadi penopang ekonomi di Kabupaten
Lamongan.
Di
Kabupaten Lamongan tradisi Sedekah Bumi biasa disebut “Dekahan” dilaksanakan
setiap bulan September atau Oktober sesudah panen raya. Hal ini dilakukan
sebagai rasa syukur kepada sang Maha rezqi atas hasil panen meraka. Pada
upacara tradisi sedekah bumi atau dekahan ini, tidak banyak peristiwa dan
kegiatan yang dilakukan didalamnya.
Acara
sedekah bumi biasanya berlangsung satu hari satu malam dimana pada siang hari
warga berkumpul menyembeli hewan seperti sapi dan kambing, yang kemudian
dimasak dan disantap bersama pada malam dan pagi hari.
Malam
hari masyarakat membawa jajanan atau lebih dikenal dengan nama “ambeng”, ambeng
yang telah dibawa ke tempat dilaksanakannya acara tersebut di do’ai oleh
pengemuka agama kemudian dilanjutkan oleh pengajian bersama. seusai acara
pengajian digelar biasanya terdapat beberapa pagelaran kesenian tradisonal
misalnya wayang, tayub, kentrung “drama yang bercerita tentang sejarah biasanya
memakai alat music rebana”, dan hadrah.
Pada
pagi hari masyarakat berkumpul membawa ambeng untuk di doa’i oleh pengemuka
agama dilanjutkan dengan pengajian dan makan bersama.
Acara sedekah bumi atau dekahan
biasanya tidak hanya didatangi oleh warga sekitaran desa saja. Akan tetapi
banyak masyarakat luar yang mengapresiasi acara tersebut. Bahkan warga yang
menjadi TKI di luar negeri rela untuk pulang ke kampung halaman untuk sekedar
menyaksikan Dekahan.
Durasi
yang sangat singkat menjadikan acara ini tidak efektif untuk menarik massa yang
lebih banyak. waktu yang singkat sangat tersebut membuat warga Lamongan yang kerja
di Luar kota berhalangan hadir karna kepentingan masing-masing. Padahal jika
waktu sedekah bumi dibuat lebih panjang akan menarik banyak pengunjung. Dan
pengunjung banyak akan mendatangkan kemanfaatan untuk masyarakat.
Sudah
saatnya dilakukan perkembangan sedekah bumi, sedekah bumi tidak hanya ritual
religiulitas saja tetapi dapat dijadikan moment untuk mengenalkan kesenian
setempat. Jadi dalam rangkaian sedekah bumi juga diajakan
pertunjukan-pertunjukan kesenian tradisional. Waktunya yang hanya sehari bisa
diperpanjang menjadi seminggu atau bahkan lebih. Contoh dibuat jadwal pertunjukan
seperti :
Pada
hari pertama dibuat acara pentas seni yang mempertunjukan tari khas lamongan.
Contohnya tari Kiprah Bahlun, Turonggo Solah, Mayang Madu, dan tari boran.
Dengan di adakannya pentas seni warga “khususnya para pemuda sebagai pemegang
tongkat estafet penerus bangsa” dapat mengetahui kesenian tradisi yang ada di
daerah lamongan yang saat ini jarang peminatnya.
Hari
ke dua, pada hari ke dua diisi oleh pagelaran Kentrung yakni drama yang
mengisahkan tentang asal-usul sebuah desa, kecamatan bahkan asal-usul kabupaten
Lamongan. Dengan begitu masyarakat “khususnya warga lamongan” dapat belajar
sejarah dan lebih cinta terhadap daerahnya sendiri.
Hari
ke tiga, pada hari ketiga di isi oleh kesenian yang bernafaskan Islam misalnya
hadrah dan banjari. Lamongan merupakan daearah yang mempunyai basis islam yang
kuat karna adanya pengaruh wali songgo dalam penyebaran agama islam di pesisir
utara pulau jawa. Hal ini mau tidak mau berpengaruh terhadap culture budaya masyarakat
di Lamongan. Dengan mengangkat kesenian bernafas islam maka semakin lengkap
kebudayaan yang ada di Kabupaten Lamongan.
Hari
ke empat, di hari ke empat dapat di isi dengan acara pertunjukan wayang kulit.
Hari ke lima, pertunjukan reog. Di
daerah lamongan tepatnya di Desa Lukrejo Kecamatan Kalitengan Kabupaten
Lamongan, ketika acara Sedekah bumi maka yang mempunyai hajat akan
mempagelarkan atau memanggil kelompok kesenian Reog sebagai nadzar mereka.
Biasanya berhubungan dengan kesembuhan seseorang dari sakit atau masyarakat
jawa lebih mengenal dengan istilah “ruwatan”.
Hari
ke enam, pada hari ke warga menikmati pageralan seni Tayub sambil memanjakan
lidah dengan adanya festival jajanan atau makanan khas lamongan. Disini makanan
yang disajikan merupakan makanan khas Lamongan seperti Nasi Boran, Tahu Campur,
Soto Lamongan, Wingko Babat dan lain sebagainya.
Hari ketujuh, pada hari ketujuh merupakan hari
puncak dari acara sedekah bumi atau dekahan. Puncak acara di isi oleh Kirab
Budaya tradisi masyarakat lamongan. Misalnya mengangkat kehidupan masyarakat
lamongan, mata pencaharian masyarakat lamongan dan semua tradisi yang ada di
Lamongan. Acara kirab budaya di sambungan dengan acara puncak yakni ritual
sedekah bumi itu sendiri.
Dengan
adanya perpanjangan durasi diharapkan pengunjung yang datang akan lebih banyak.dan
warga dapat memilih hari untuk datang melihat acara tersebut. Dengan adanya
banyak orang yang berkunjung maka secara otomatis pendapatan perkapita
masyarakat sekitar akan mengalami peningkatan. Sebagai menopang perekonomi
masyarakat sehingga menjadi masyarakat lebih sejahtera.
Acara
tanpa adanya promosi seperti halnya pepatah tak kenal maka tak sayang.
Promosi atau publikasi menjadi urgen
dalam sebuah acara. karna tanpa adanya publikasi, sebuah acara tidak akan di
ketahui oleh halayak umum. Media publikasi dapat memanfaatkan media cetak,
media elektronik dan media internet.
Media
cetak dapat bekerjasama dengan Koran lokal dan Nasional. misalnya Jawa Post
Group (Radar Bojonegoro, Radar Malang), Surabaya post, Koran Sindo, Kompas dan
lain sebagainya.
Media
elektronik dapat bekerjasama dengan TV yang mempunyai keperdulian terhadap
budaya baik tv local daerah lamongan bahkan jawa timur, swasta maupun TV milik
Negara. Misalkan Jtv, Citra tv, dan metrotv,TVRI dan masih banyak lagi.
Media
internet, merupakan media yang harus diakui kecanggihannya. , media ini sangat
menguntungkan sebagai media publikasi, karna dapat dilihat oleh siapapun,
kapanpun dan dimanapun tanpa ada batasan ruang dan waktu. Media publikasi dapat
melalui facebook, instragram “mengupload foto sedekah bumi”, twiter, blog dan
lain sebagainya.
Dari
media promosi tersebut maka bukan tidak mungkin acara ritual Sedekah Bumi atau dekahan
yang ada di daerah Lamongan dapat menyedot wisatawan domestik atau mancanegara.
Secara otomatis akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar bahkan
pendapatan Negara dengan adanya para touris mancanegara lewat pajak, visa,
passport dan lain sebagainya. Selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat
disini juga dapat menjadikan Indonesia emas lewat budaya bangsa yang ada di
Indonesia. Bukankah bangsa besar adalah bangsa yang menghargai budayanya.
Dokumentasi
juga merupakan hal yang penting selain sebagai arsip juga dapat dikelola untuk
mendatangkan dana. Misalnya dikelola oleh organisasi pemuda “karang taruna”
dijadikan CD dijual pada masyarakat, dengan adanya dokumentasi diharapkan
pemuda mampu mengenal tradisinya, tidak hanya mengenal tradisi orang luar.
Dari
tradisi yang hidup dan berkembang di daearah-daerah yang ada di Indonesia, diharapkan Bangsa indonesia
menjadi tolak ukur Bangsa lain sebagai bangsa yang kaya akan tradisi dan budaya,
menjadi bangsa yang bermartabat lewat budayanya dan menjadi sebuah bangsa yang
dikenal dunia lewat budayanya. Dengan adanya budaya yang kuat maka bukan tidak
mungkin wisatawan asing berdatangan ke Indonesia, dengan demikian budaya menjadi
magnet yang menarik wisatawan. Jika banyak wisata asing banyak berkunjung ke
Indonesia maka pendapatan masyarakat dan pemerintah akan meningkat. Peningkatan
ekomoni berdampak pada kesejahteraan masyarakat, dengan begitu Bangsa akan
menjadi sebuah bangsa yang dipandang serta disegani oleh masyarakat dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar