Senin, 26 Januari 2015

Investasi Tradisi Sedekah Bumi untuk Indonesia Gemilang



Indonesia adalah Negara yang berada di Benua Asia tepatnya di Asia tenggara. Negara dengan julukan Negara kepulauan ini memiliki budaya yang sangat beraneka ragam. Negara Indonesia sendiri terdiri atas berbagai suku bangsa yang berberagam misalnya suku Jawa, Bali, Dayak, Asmad, dan masih banyak lagi.  hal ini menjadi salah satu faktor terjadinya perbedaan culture  masyarakatnya. Di Jawa sendiri terdapat banyak sekali jenis tradisi atau budaya baik tradisi cultural yang semua ada dalam tradisi atau budaya jawa tanpa terkecuali. Dari beragam macamnya tradisi yang ada di masyarakat Jawa, hingga sangat sulit mendeteksi serta menjelaskan secara rinci terkait jumlah tradisi kebudayaan yang ada dalam masyarakat Jawa tersebut. Salah satu tradisi masyarakat Jawa yang masih tetap eksis dilaksanakan dan sudah mendarah daging serta menjadi rutinitas bagi masyarakat jawa pada setiap tahunnya adalah Sedekah Bumi.
Sedekah bumi merupakan ritual tradisional masyarakat Jawa yang sudah turun temurun dari nenek moyang sejak zaman dulu. Sedekah bumi biasanya dilakukan masyarakat Jawa yang bermata pencaharian sebagai nelayan atau petani yang menggantungkan kehidupan keluarga dan sanak saudara mereka dari mengais rezki dari memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Bumi. Ritual sedekah bumi khususnya bagi kaum petani dan nelayan merupakan rutinitas yang dilakukan secara berkala sehabis panen raya. Hal Ini dilakukan sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas hasil panen raya. Sedekah bumi bagi masyarakat Jawa tidak hanya sebagai rutinitas atau ritual yang sifatnya tahunan belaka akan tetapi, tradisi sedekah bumi mempunyai makna yang lebih dari itu, upacara tradisional sedekah bumi itu sudah menjadi salah satu bagian yang sudah menyatu dengan masyarakat yang tidak akan mampu untuk dipisahkan dari budaya Jawa yang menyiratkan symbol penjagaan terhadap kelestarian yang khas bagi masyarakat agraris maupun masyarakat nelayan khususnya yang ada di pulau Jawa.
Kabupaten Lamongan adalah sebuah kabupaten di Propinsi Jawa Timur. yang berjarak sekitar 46,5 km dari Ibu Kota Jawa Timur. bagian utara Lamongan merupakan Daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan laut Jawa, bagian selatan merupakan hutan dan bagian barat-timur merupakan area persawahan. Sehingga sektor pertanian menjadi penopang ekonomi di Kabupaten Lamongan.
Di Kabupaten Lamongan tradisi Sedekah Bumi biasa disebut “Dekahan” dilaksanakan setiap bulan September atau Oktober sesudah panen raya. Hal ini dilakukan sebagai rasa syukur kepada sang Maha rezqi atas hasil panen meraka. Pada upacara tradisi sedekah bumi atau dekahan ini, tidak banyak peristiwa dan kegiatan yang dilakukan didalamnya.
Acara sedekah bumi biasanya berlangsung satu hari satu malam dimana pada siang hari warga berkumpul menyembeli hewan seperti sapi dan kambing, yang kemudian dimasak dan disantap bersama pada malam dan pagi hari.
Malam hari masyarakat membawa jajanan atau lebih dikenal dengan nama “ambeng”, ambeng yang telah dibawa ke tempat dilaksanakannya acara tersebut di do’ai oleh pengemuka agama kemudian dilanjutkan oleh pengajian bersama. seusai acara pengajian digelar biasanya terdapat beberapa pagelaran kesenian tradisonal misalnya wayang, tayub, kentrung “drama yang bercerita tentang sejarah biasanya memakai alat music rebana”, dan hadrah.
Pada pagi hari masyarakat berkumpul membawa ambeng untuk di doa’i oleh pengemuka agama dilanjutkan dengan pengajian dan makan bersama.
Acara sedekah bumi atau dekahan biasanya tidak hanya didatangi oleh warga sekitaran desa saja. Akan tetapi banyak masyarakat luar yang mengapresiasi acara tersebut. Bahkan warga yang menjadi TKI di luar negeri rela untuk pulang ke kampung halaman untuk sekedar menyaksikan Dekahan.
Durasi yang sangat singkat menjadikan acara ini tidak efektif untuk menarik massa yang lebih banyak. waktu yang singkat sangat tersebut membuat warga Lamongan yang kerja di Luar kota berhalangan hadir karna kepentingan masing-masing. Padahal jika waktu sedekah bumi dibuat lebih panjang akan menarik banyak pengunjung. Dan pengunjung banyak akan mendatangkan kemanfaatan untuk masyarakat.
Sudah saatnya dilakukan perkembangan sedekah bumi, sedekah bumi tidak hanya ritual religiulitas saja tetapi dapat dijadikan moment untuk mengenalkan kesenian setempat. Jadi dalam rangkaian sedekah bumi juga diajakan pertunjukan-pertunjukan kesenian tradisional. Waktunya yang hanya sehari bisa diperpanjang menjadi seminggu atau bahkan lebih. Contoh dibuat jadwal pertunjukan seperti :
Pada hari pertama dibuat acara pentas seni yang mempertunjukan tari khas lamongan. Contohnya tari Kiprah Bahlun, Turonggo Solah, Mayang Madu, dan tari boran. Dengan di adakannya pentas seni warga “khususnya para pemuda sebagai pemegang tongkat estafet penerus bangsa” dapat mengetahui kesenian tradisi yang ada di daerah lamongan yang saat ini jarang peminatnya.
Hari ke dua, pada hari ke dua diisi oleh pagelaran Kentrung yakni drama yang mengisahkan tentang asal-usul sebuah desa, kecamatan bahkan asal-usul kabupaten Lamongan. Dengan begitu masyarakat “khususnya warga lamongan” dapat belajar sejarah dan lebih cinta terhadap daerahnya sendiri.
Hari ke tiga, pada hari ketiga di isi oleh kesenian yang bernafaskan Islam misalnya hadrah dan banjari. Lamongan merupakan daearah yang mempunyai basis islam yang kuat karna adanya pengaruh wali songgo dalam penyebaran agama islam di pesisir utara pulau jawa. Hal ini mau tidak mau berpengaruh terhadap culture budaya masyarakat di Lamongan. Dengan mengangkat kesenian bernafas islam maka semakin lengkap kebudayaan yang ada di Kabupaten Lamongan.
Hari ke empat, di hari ke empat dapat di isi dengan acara pertunjukan wayang kulit.
Hari ke lima, pertunjukan reog. Di daerah lamongan tepatnya di Desa Lukrejo Kecamatan Kalitengan Kabupaten Lamongan, ketika acara Sedekah bumi maka yang mempunyai hajat akan mempagelarkan atau memanggil kelompok kesenian Reog sebagai nadzar mereka. Biasanya berhubungan dengan kesembuhan seseorang dari sakit atau masyarakat jawa lebih mengenal dengan istilah “ruwatan”.
Hari ke enam, pada hari ke warga menikmati pageralan seni Tayub sambil memanjakan lidah dengan adanya festival jajanan atau makanan khas lamongan. Disini makanan yang disajikan merupakan makanan khas Lamongan seperti Nasi Boran, Tahu Campur, Soto Lamongan, Wingko Babat dan lain sebagainya.
Hari  ketujuh, pada hari ketujuh merupakan hari puncak dari acara sedekah bumi atau dekahan. Puncak acara di isi oleh Kirab Budaya tradisi masyarakat lamongan. Misalnya mengangkat kehidupan masyarakat lamongan, mata pencaharian masyarakat lamongan dan semua tradisi yang ada di Lamongan. Acara kirab budaya di sambungan dengan acara puncak yakni ritual sedekah bumi itu sendiri.
Dengan adanya perpanjangan durasi diharapkan pengunjung yang datang akan lebih banyak.dan warga dapat memilih hari untuk datang melihat acara tersebut. Dengan adanya banyak orang yang berkunjung maka secara otomatis pendapatan perkapita masyarakat sekitar akan mengalami peningkatan. Sebagai menopang perekonomi masyarakat sehingga menjadi masyarakat lebih sejahtera.
Acara tanpa adanya promosi seperti halnya pepatah tak kenal maka tak sayang.
Promosi atau publikasi menjadi urgen dalam sebuah acara. karna tanpa adanya publikasi, sebuah acara tidak akan di ketahui oleh halayak umum. Media publikasi dapat memanfaatkan media cetak, media elektronik dan media internet.
Media cetak dapat bekerjasama dengan Koran lokal dan Nasional. misalnya Jawa Post Group (Radar Bojonegoro, Radar Malang), Surabaya post, Koran Sindo, Kompas dan lain sebagainya.
Media elektronik dapat bekerjasama dengan TV yang mempunyai keperdulian terhadap budaya baik tv local daerah lamongan bahkan jawa timur, swasta maupun TV milik Negara. Misalkan Jtv, Citra tv, dan metrotv,TVRI dan masih banyak lagi.
Media internet, merupakan media yang harus diakui kecanggihannya. , media ini sangat menguntungkan sebagai media publikasi, karna dapat dilihat oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun tanpa ada batasan ruang dan waktu. Media publikasi dapat melalui facebook, instragram “mengupload foto sedekah bumi”, twiter, blog dan lain sebagainya.
Dari media promosi tersebut maka bukan tidak mungkin acara ritual Sedekah Bumi atau dekahan yang ada di daerah Lamongan dapat menyedot wisatawan domestik atau mancanegara. Secara otomatis akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar bahkan pendapatan Negara dengan adanya para touris mancanegara lewat pajak, visa, passport dan lain sebagainya. Selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat disini juga dapat menjadikan Indonesia emas lewat budaya bangsa yang ada di Indonesia. Bukankah bangsa besar adalah bangsa yang menghargai budayanya.
Dokumentasi juga merupakan hal yang penting selain sebagai arsip juga dapat dikelola untuk mendatangkan dana. Misalnya dikelola oleh organisasi pemuda “karang taruna” dijadikan CD dijual pada masyarakat, dengan adanya dokumentasi diharapkan pemuda mampu mengenal tradisinya, tidak hanya mengenal tradisi orang luar.
Dari tradisi yang hidup dan berkembang di daearah-daerah yang ada di  Indonesia, diharapkan Bangsa indonesia menjadi tolak ukur Bangsa lain sebagai bangsa yang kaya akan tradisi dan budaya, menjadi bangsa yang bermartabat lewat budayanya dan menjadi sebuah bangsa yang dikenal dunia lewat budayanya. Dengan adanya budaya yang kuat maka bukan tidak mungkin wisatawan asing berdatangan ke Indonesia, dengan demikian budaya menjadi magnet yang menarik wisatawan. Jika banyak wisata asing banyak berkunjung ke Indonesia maka pendapatan masyarakat dan pemerintah akan meningkat. Peningkatan ekomoni berdampak pada kesejahteraan masyarakat, dengan begitu Bangsa akan menjadi sebuah bangsa yang dipandang serta disegani oleh masyarakat dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar