Senin, 26 Januari 2015

Investasi Tradisi Sedekah Bumi untuk Indonesia Gemilang



Indonesia adalah Negara yang berada di Benua Asia tepatnya di Asia tenggara. Negara dengan julukan Negara kepulauan ini memiliki budaya yang sangat beraneka ragam. Negara Indonesia sendiri terdiri atas berbagai suku bangsa yang berberagam misalnya suku Jawa, Bali, Dayak, Asmad, dan masih banyak lagi.  hal ini menjadi salah satu faktor terjadinya perbedaan culture  masyarakatnya. Di Jawa sendiri terdapat banyak sekali jenis tradisi atau budaya baik tradisi cultural yang semua ada dalam tradisi atau budaya jawa tanpa terkecuali. Dari beragam macamnya tradisi yang ada di masyarakat Jawa, hingga sangat sulit mendeteksi serta menjelaskan secara rinci terkait jumlah tradisi kebudayaan yang ada dalam masyarakat Jawa tersebut. Salah satu tradisi masyarakat Jawa yang masih tetap eksis dilaksanakan dan sudah mendarah daging serta menjadi rutinitas bagi masyarakat jawa pada setiap tahunnya adalah Sedekah Bumi.
Sedekah bumi merupakan ritual tradisional masyarakat Jawa yang sudah turun temurun dari nenek moyang sejak zaman dulu. Sedekah bumi biasanya dilakukan masyarakat Jawa yang bermata pencaharian sebagai nelayan atau petani yang menggantungkan kehidupan keluarga dan sanak saudara mereka dari mengais rezki dari memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Bumi. Ritual sedekah bumi khususnya bagi kaum petani dan nelayan merupakan rutinitas yang dilakukan secara berkala sehabis panen raya. Hal Ini dilakukan sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas hasil panen raya. Sedekah bumi bagi masyarakat Jawa tidak hanya sebagai rutinitas atau ritual yang sifatnya tahunan belaka akan tetapi, tradisi sedekah bumi mempunyai makna yang lebih dari itu, upacara tradisional sedekah bumi itu sudah menjadi salah satu bagian yang sudah menyatu dengan masyarakat yang tidak akan mampu untuk dipisahkan dari budaya Jawa yang menyiratkan symbol penjagaan terhadap kelestarian yang khas bagi masyarakat agraris maupun masyarakat nelayan khususnya yang ada di pulau Jawa.
Kabupaten Lamongan adalah sebuah kabupaten di Propinsi Jawa Timur. yang berjarak sekitar 46,5 km dari Ibu Kota Jawa Timur. bagian utara Lamongan merupakan Daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan laut Jawa, bagian selatan merupakan hutan dan bagian barat-timur merupakan area persawahan. Sehingga sektor pertanian menjadi penopang ekonomi di Kabupaten Lamongan.
Di Kabupaten Lamongan tradisi Sedekah Bumi biasa disebut “Dekahan” dilaksanakan setiap bulan September atau Oktober sesudah panen raya. Hal ini dilakukan sebagai rasa syukur kepada sang Maha rezqi atas hasil panen meraka. Pada upacara tradisi sedekah bumi atau dekahan ini, tidak banyak peristiwa dan kegiatan yang dilakukan didalamnya.
Acara sedekah bumi biasanya berlangsung satu hari satu malam dimana pada siang hari warga berkumpul menyembeli hewan seperti sapi dan kambing, yang kemudian dimasak dan disantap bersama pada malam dan pagi hari.
Malam hari masyarakat membawa jajanan atau lebih dikenal dengan nama “ambeng”, ambeng yang telah dibawa ke tempat dilaksanakannya acara tersebut di do’ai oleh pengemuka agama kemudian dilanjutkan oleh pengajian bersama. seusai acara pengajian digelar biasanya terdapat beberapa pagelaran kesenian tradisonal misalnya wayang, tayub, kentrung “drama yang bercerita tentang sejarah biasanya memakai alat music rebana”, dan hadrah.
Pada pagi hari masyarakat berkumpul membawa ambeng untuk di doa’i oleh pengemuka agama dilanjutkan dengan pengajian dan makan bersama.
Acara sedekah bumi atau dekahan biasanya tidak hanya didatangi oleh warga sekitaran desa saja. Akan tetapi banyak masyarakat luar yang mengapresiasi acara tersebut. Bahkan warga yang menjadi TKI di luar negeri rela untuk pulang ke kampung halaman untuk sekedar menyaksikan Dekahan.
Durasi yang sangat singkat menjadikan acara ini tidak efektif untuk menarik massa yang lebih banyak. waktu yang singkat sangat tersebut membuat warga Lamongan yang kerja di Luar kota berhalangan hadir karna kepentingan masing-masing. Padahal jika waktu sedekah bumi dibuat lebih panjang akan menarik banyak pengunjung. Dan pengunjung banyak akan mendatangkan kemanfaatan untuk masyarakat.
Sudah saatnya dilakukan perkembangan sedekah bumi, sedekah bumi tidak hanya ritual religiulitas saja tetapi dapat dijadikan moment untuk mengenalkan kesenian setempat. Jadi dalam rangkaian sedekah bumi juga diajakan pertunjukan-pertunjukan kesenian tradisional. Waktunya yang hanya sehari bisa diperpanjang menjadi seminggu atau bahkan lebih. Contoh dibuat jadwal pertunjukan seperti :
Pada hari pertama dibuat acara pentas seni yang mempertunjukan tari khas lamongan. Contohnya tari Kiprah Bahlun, Turonggo Solah, Mayang Madu, dan tari boran. Dengan di adakannya pentas seni warga “khususnya para pemuda sebagai pemegang tongkat estafet penerus bangsa” dapat mengetahui kesenian tradisi yang ada di daerah lamongan yang saat ini jarang peminatnya.
Hari ke dua, pada hari ke dua diisi oleh pagelaran Kentrung yakni drama yang mengisahkan tentang asal-usul sebuah desa, kecamatan bahkan asal-usul kabupaten Lamongan. Dengan begitu masyarakat “khususnya warga lamongan” dapat belajar sejarah dan lebih cinta terhadap daerahnya sendiri.
Hari ke tiga, pada hari ketiga di isi oleh kesenian yang bernafaskan Islam misalnya hadrah dan banjari. Lamongan merupakan daearah yang mempunyai basis islam yang kuat karna adanya pengaruh wali songgo dalam penyebaran agama islam di pesisir utara pulau jawa. Hal ini mau tidak mau berpengaruh terhadap culture budaya masyarakat di Lamongan. Dengan mengangkat kesenian bernafas islam maka semakin lengkap kebudayaan yang ada di Kabupaten Lamongan.
Hari ke empat, di hari ke empat dapat di isi dengan acara pertunjukan wayang kulit.
Hari ke lima, pertunjukan reog. Di daerah lamongan tepatnya di Desa Lukrejo Kecamatan Kalitengan Kabupaten Lamongan, ketika acara Sedekah bumi maka yang mempunyai hajat akan mempagelarkan atau memanggil kelompok kesenian Reog sebagai nadzar mereka. Biasanya berhubungan dengan kesembuhan seseorang dari sakit atau masyarakat jawa lebih mengenal dengan istilah “ruwatan”.
Hari ke enam, pada hari ke warga menikmati pageralan seni Tayub sambil memanjakan lidah dengan adanya festival jajanan atau makanan khas lamongan. Disini makanan yang disajikan merupakan makanan khas Lamongan seperti Nasi Boran, Tahu Campur, Soto Lamongan, Wingko Babat dan lain sebagainya.
Hari  ketujuh, pada hari ketujuh merupakan hari puncak dari acara sedekah bumi atau dekahan. Puncak acara di isi oleh Kirab Budaya tradisi masyarakat lamongan. Misalnya mengangkat kehidupan masyarakat lamongan, mata pencaharian masyarakat lamongan dan semua tradisi yang ada di Lamongan. Acara kirab budaya di sambungan dengan acara puncak yakni ritual sedekah bumi itu sendiri.
Dengan adanya perpanjangan durasi diharapkan pengunjung yang datang akan lebih banyak.dan warga dapat memilih hari untuk datang melihat acara tersebut. Dengan adanya banyak orang yang berkunjung maka secara otomatis pendapatan perkapita masyarakat sekitar akan mengalami peningkatan. Sebagai menopang perekonomi masyarakat sehingga menjadi masyarakat lebih sejahtera.
Acara tanpa adanya promosi seperti halnya pepatah tak kenal maka tak sayang.
Promosi atau publikasi menjadi urgen dalam sebuah acara. karna tanpa adanya publikasi, sebuah acara tidak akan di ketahui oleh halayak umum. Media publikasi dapat memanfaatkan media cetak, media elektronik dan media internet.
Media cetak dapat bekerjasama dengan Koran lokal dan Nasional. misalnya Jawa Post Group (Radar Bojonegoro, Radar Malang), Surabaya post, Koran Sindo, Kompas dan lain sebagainya.
Media elektronik dapat bekerjasama dengan TV yang mempunyai keperdulian terhadap budaya baik tv local daerah lamongan bahkan jawa timur, swasta maupun TV milik Negara. Misalkan Jtv, Citra tv, dan metrotv,TVRI dan masih banyak lagi.
Media internet, merupakan media yang harus diakui kecanggihannya. , media ini sangat menguntungkan sebagai media publikasi, karna dapat dilihat oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun tanpa ada batasan ruang dan waktu. Media publikasi dapat melalui facebook, instragram “mengupload foto sedekah bumi”, twiter, blog dan lain sebagainya.
Dari media promosi tersebut maka bukan tidak mungkin acara ritual Sedekah Bumi atau dekahan yang ada di daerah Lamongan dapat menyedot wisatawan domestik atau mancanegara. Secara otomatis akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar bahkan pendapatan Negara dengan adanya para touris mancanegara lewat pajak, visa, passport dan lain sebagainya. Selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat disini juga dapat menjadikan Indonesia emas lewat budaya bangsa yang ada di Indonesia. Bukankah bangsa besar adalah bangsa yang menghargai budayanya.
Dokumentasi juga merupakan hal yang penting selain sebagai arsip juga dapat dikelola untuk mendatangkan dana. Misalnya dikelola oleh organisasi pemuda “karang taruna” dijadikan CD dijual pada masyarakat, dengan adanya dokumentasi diharapkan pemuda mampu mengenal tradisinya, tidak hanya mengenal tradisi orang luar.
Dari tradisi yang hidup dan berkembang di daearah-daerah yang ada di  Indonesia, diharapkan Bangsa indonesia menjadi tolak ukur Bangsa lain sebagai bangsa yang kaya akan tradisi dan budaya, menjadi bangsa yang bermartabat lewat budayanya dan menjadi sebuah bangsa yang dikenal dunia lewat budayanya. Dengan adanya budaya yang kuat maka bukan tidak mungkin wisatawan asing berdatangan ke Indonesia, dengan demikian budaya menjadi magnet yang menarik wisatawan. Jika banyak wisata asing banyak berkunjung ke Indonesia maka pendapatan masyarakat dan pemerintah akan meningkat. Peningkatan ekomoni berdampak pada kesejahteraan masyarakat, dengan begitu Bangsa akan menjadi sebuah bangsa yang dipandang serta disegani oleh masyarakat dunia.

Minggu, 25 Januari 2015

Tari Seblang Subuh Banyuwangi



Bismillah…!!! Mengupas tari Seblang Subuh.
Osing merupakan sebuah suku yang dapat dijumpai dikabupaten banyuwangi  Suku osing tersebar di daerah  Banyuwangi meliputi kecamatan Banyuwangi, Rogojampi, Srono, Gambiran, Glagah, Kabat, Sanggon, Singojuruh, Cluring dan Genteng. Sejarah suku osing pun berawal dari banyaknya masyarakat yang berdatangan ke Banyuwangi yakni suku Batak, Madura, Bali, Jawa Tengah, keturunan Arab dan Cina. Sehingga  untuk mempertahankan ras dan keaslian kebudayaan mereka maka mereka mengasingkan diri, dari pengasingan tersebut maka masyarakat menyebut dengan kata using atau osing ‘’tari Gandrung banyuwangi” (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan jawa timur 1989/1990).

Keberadaan suatu bentuk seni pertunjukan pada kelompok masyarakat dapat dipengaruhi oleh beberapa aspek diantaranya proses sosio-historis, serta beberapa faktor kultur budaya meliputi alam letak geografis, etnik pendukungnya, waktu, dan tempat serta strata sosial ekonomi dari masyarakat pendukungnya.
Di Jawa timur khususnya kabupaten Banyuwangi terdapat berbagai macam bentuk kesenian baik Seni Rupa, Seni musik, Seni peran/Drama dan Seni Tari.
Seni tari adalah salah satu bentuk seni yang mempunyai maksud untuk mengekspresikan jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak yang indah dan ritmis serta berhubungan dengan wirama, wiraga, dan wirasa. Seni tari sebagai ekspresi manusia yang bersifat estetis merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia dalam masyarakat yang penuh makna (meaning) (Hadi, 2007:13).
Di Banyuwangi tari merupakan hal yang masih erat hubungannya dengan masyarakat. Bahkan di Banyuwangi tari dijadikan sebagai bagaian sebuah Ritual kebudayaan masyarakat Osing banyuwangi, misalnya pada Ritual Seblang Bakungan atau Olesari dan kebo-keboan Banyuwangi yang didalamnya terdapat unsur tari tradisi yang ciri geraknya sederhana.
Seblang  adalah acara ritual adat yang ada di daerah Olehsari dan Bakungan. Biasanya Seblang di olesari diadakan satu minggu sesudah hari raya Idul Fitri sedangkan seblang bakungan dilaksanakan sesudah hari raya Idul Adha. Penari seblang olesari merupakan penari yang masih perawan, sedangkan penari seblang bakungan merupakan wanita yang sudah sepuh dan sudah tidak mengalami menstruasi. Penari seblang haruslah keturunan dari seblang. Seblang merupakan cikal bakal terbentuknya Gandrung  “ ragam gerak Gandrung bersumber dari ritual seblang”.
Seblang Subuh  merupakan sebuah tari penyelesaian, yakni tari penyelesaian dari pertunjukan gandrung terop. Dulu pada pertunjukan Gandrung Terop terdapat empat bagian yakni nopengan, jejer, paju dan seblang subuh. Seblang mempunyai arti sadarlah atau kembali seperti sedia kala, sedangkan seblang subuh merupakan  ajakan untuk sadar bahwa jangan hanya bersenang-senang saja semalam suntu. Ingatlah akan anak istri dirumah juga tugas masing-masing esok hari.
Versi lain mengatakan bahwa seblang subuh tidak terlepas dari sejarah dimana penari gandrung yang hampir dilucuti pakaiannya akan tetapi niatan untuk melucuti gandrung pun tidak sampai terjadi karena adanya adzan subuh yang menandakan pertunjukan seblang dimulai.
 Filosofi  yang terkandung dari tari tersebut yakni sebagai ucapara terimakasih kepada Tuhan yang Maha Esa, serta pada tuan rumah karena sudah diberi sebuah rezki dengan cara nggandrung dikediaman mereka. Disamping ucapan terimakasih,  filosofi lain yang terkandung pada seblang subuh yakni sebagai rasa permohonan maaf kepada Tuhan karena gandrung sudah melakukan hal yang tidak pantas sehingga berakibat hampir dilucutinya pakaian gandrung. Sejarah gandrung yang dilucuti tersebut tidak terlepas dari adanya ketidak tahuan pelaku gandrung” terhadap makna serta karakteristik gandrung, jika dilihat dari karakter gandrung  maka seorang penari gandrung merupakan pengambaran seorang Dewi Sri. Dimana Dewi Sri merupakan sosok wanita yang anggun, cantik dan suci. 

 



 


Deskripsi Gerak Seblang Subuh



NO
NAMA GERAK
DESKRIPSI
KEPALA
TANGAN
BADAN
KAKI
HITUNGAN
FOTO
1.
Timpuh
Menghadap ke arah tangan
Kedua tangan menengadah ke atas seperti berdo’a
Posisi badan tegap
Kaki dalam posisi timpuh
Dipandu oleh suara vocal dan tergantung dengan musik
2.
Kebyok kebyak sampur
Menghadap ke depan dan ceklek kanan kiri
Bergerak masuk ke dalam dan luar di depan pusar
Badan menghadap ke depan
kaki napak diangkat sedikit ke atas bergantian kanan kiri
4 X 8
3.
Ngeber kanan kiri
Menghadap ke tangan yang lebih rendah
Tangan kanan berada lebih tinggi serong ke atas daripada tangan kiri begitu juga sebaliknya
Badan tegap agak dhegek mengikuti gerak tangan
Kaki berjalan satu-satu membentuk lingkaran
2 X 8
4.
Mapan
Kepala menghadap ke depan
Kedua tangan berada di pinggang
Badan condong ke kanan menghadap ke depan
Kaki berbentuk T kaki kiri di depan kaki kanan
1 X 8
5.
Ngiwir
Kepala lurus menghadap ke depan
Tangan diangkat ke atas sejajar dengan kepala
Badan lurus menghadap ke depan
Kaki berbentuk T kaki kiri didepan kaki kanan
4 X 8
6.
Ngredong sampur
Kepala menghadap ke kiri sedikit  menunduk melirik ke kanan depan
Tangan kiri membentuk siku-siku ke depan, tangan kanan berada di pinggang
Badan condong menghadap agak serong ke kiri
Kaki berbentuk T kaki kanan berada didepan kaki kiri
1 X 8
7.
Egol kebyak sampur
Kepala ceklek kanan kiri double, menghadap kedepan
Tangan kanan buka tutup ke kanan dan kiri terakhir ke diarahkan ke atas
Tangan kiri dipinggang
Badan menghadap ke depan tegak
Kaki napak jalan satu-satu membentuk lingkarang
2 X 8


8.
Songkloh sampur
Kepala menunduk mengikuti pandangan
Kedua tangan diatas pinggul dengan agak mengepal
Badan agak bungkuk kedepan dengan condong ke arah depan
Kedua kaki mendak dengan merapatkan kedua kaki
2 x 8
9.
Gebyar kanan/kiri
Arah hadap kepala toleh ke kanan dan kekiri.
Lengan kanan lurus ke samping, tangan kiri lurus ke atas, dengan telapak tangan membuka.
Badan tegak lurus.
Kaki kanan ditekuk (mendak), kaki kiri lurus, telapak kaki nylekenting.
2x8 +4
10.
Aling-aling
Posisi kepala merunduk.
Tangan menyilang di depan dada dengan posisi telapak tangan membuka.
Posisi badan condong ke depan.
Kaki mendak.
1x4
11.
Nyapu
Posisi kepala menunduk, pandangan tertuju ke sapu.
Tangan kanan memegang sapu, tangan kiri berada di pinggang.
Posisi badan doyong ke depan.
Kaki kanan berada di depan.
4x8
12.
Layar kumendung
Kepala dan pandangan menghadap lurus ke depan
Tangan posisi diatas seperti membuat lingkatan, jari jari tangan menghadap ke atas
Badan tegap menghadap serong kanan
Kaki napak jalan satu persatu
2x8
13.
Sekar jenang
Kepala menghadap ke kanan
Tangan berada di samping telinga kiri dan dengan memainkan hiasan omprog. Dan begitu sebaliknya
Badan tegap dan agak condong ke depan
Kaki kiri berada didepan kaki kanan. kaki kiri napak sedangkan kaki kanan jinjit dibelakang, begitu juga sebaliknya
3x8
14.
Keplok sampur

Kepala menghadap ke kanan jika posisi tangan berada di samping telinga kiri, agak didoyongkan
Kedua tangan berada di samping telinga kiri gerakannya seperti tepuk tangan
Badan tegap
Kaki jalan satu persatu bergantian
4x8
15
Ngiwir masuk
Kepala menghadap ke bawah saat tangan ndepaplang. Ketika tangan berada di bahu menghadap depan
Tangan ndepaplang ke samping kanan dan kiri setinggi kepala. Ketika berada di bahu tangan tetap membuka
Badan agak doyong ke depan. Saat berjalan pantat egol.
Kaki jalan satu persatu, napak.
2x8
16
Shuffle kreasi
Kepala menghadap ke samping kanan. pandangan jatuh kebawah ke posisi kaki
Kedua tangan berada di pinggang
Badan tegap
Kedua kaki meloncat dan di geser secara bergantian
1x8
17
Tumpang talian
Kepala menghadap kedepan















Kepala mengikuti arah tangan yang bergerak
Kedua tangan berada di samping dan membentuk siku. Telapak tangan menghadap ke depan










Tangan kanan ditumpangkan pada tangan kiri. Tangan kiri masih dalam posisi membentuk siku-siku
Badan tegap

















Badan tegap . ketika tangan mengarah ke kanan badan juga ikut ke kanan
Kedua kaki jinjit
















Kaki kanan menyilang didepan kaki kiri dan sebaliknya
1x8

18
Papagan tangan
Kepala menghadap ke arah kiri
Kedua tangan merentang didepan dan dibelakang, telapak tangan menghadap ke depan
Badan doyong ke kanan dan arahnya mengikuti pergerakan tangan
Kaki posisi mendak, kaki kanan berada di depan napak sedangkan kaki kiri jinjit di belakang
1x8
19
Opak apem
Kepala menunduk menghadap ke bawah














Kepala mengikuti gerakan badan, jika badan doyong kekiri kepala ikut ke kiri
Kedua tangan menyangga tubuh namun membentuk siku siku.telapak tangan menempel pada lantai










Kedua tangan mengapit ujung sampur, jari jari tangan keatas
Badan jatuh kebawah namun tetap tegap















Badan tegap doyong ke kanan dan ke kiri
Kedua kaki agak ditekuk ke belakang















Kaki 1x8menyilang, kaki kanan berada di depan kaki kiri. Jari jari kaki kanan ditarik
1x8




20
Ngangkat sapu
Kepala dan pandangan menghadap ke depan
Kedua tangan memegang sapu lidi dengan ketentuan tangan kiri lebih tinggi
Badan tegap agak doyong ke belakang
Kaki napak satu persatu, kaki kanan berada di depan
2x8
21
Sagah kipas
Kepala menghadap ke depan pandangan lurus
Tangan kiri berada di pinggang sedangkan tangan kanan memegang kipas dan diletakkan didepan perut
Badan tegap agak doyong ke kanan
Kaki kanan berada di depan kaki kiri dan membentuk huruf T

22
Podo nonton
Kepala sedikit menunduk kebawah,  pandangan menghadap ke arah kipas
Tangan kiri berada di pinggang, tangan kanan lurus  berada di bawah memegang kipas
Badan tegap agak doyong ke depan
Kaki kiri berada di depan kaki kanan dan mendak
2x8
23
Ngangkat kipas
Kepala dan pandangan lurus ke depan
Tangan kiri memegang sampur berada disamping pinggang kiri, tangan kanan berada di atas memegang kipas
Badan tegap
Kedua kaki jinjit
1x8
24
Ngalang tess-tess
Kepala menghadap ke samping kiri bawah, pandangan lurus ke tangan kiri
Tangan kiri memegang sampur lurus kesamping kiri, tangan kanan berada lurus serong ke atas memegang kipas
Badan agak doyong ke kiri
Kaki kiri jinjit berada di belakang, kaki kanan berada di depan napak
1x8
25
Sagah kipas
Kepala menghadap ke depan pandangan lurus
Tangan kiri berada di pinggang sedangkan tangan kanan memegang kipas dan diletakkan didepan perut

Badan tegap agak doyong ke kanan

Kaki kanan berada di depan kaki kiri dan membentuk huruf T

2x8
26
Sagah
Kepala menghadap ke depan
Tangan kiri berada di pinggang, tangan kanan lurus ke samping kanan memegang kipas, jari jari tangan menghadap ke depan
Badan tegap agak doyong ke kanan
Kaki kiri berada di depan kaki kanan membentuk huruf T

27
Nebah
Kepala menghadap ke bawah, pandangan lurus ke arahsapu lidi











Kepala lurus menghadap ke depan
Tangan kiri berada di samping pinggang kiri. Tangan kanan memegang sapu lidi dan lurus ke bawah










Tangan kiri berada di pinggang tangan kanan memegang sapu lidi lurus ke depan
Badan tegap agak doyong ke depan
















Badan tegap ke menghadap depan
Kaki kanan berada di depan, mendak















Kedua kaki napak
3x8


















1x8
28
Manggut manggut
Kepala lurus serong ke kanan. pandangan lurus tertuju pada sapu lidi
Tangan kiri menjimpit sampur berada lurus serong kebelakang. Tangan kanan memegang sapu lidi lurus ke depan
Badan tegap dan agak didoyongkan ke kanan
Kaki kanan berada didepan kaki kiri. Jalan napak satu persatu
2x8
29
Angkat kipas
Kepala menghadap ke depan, pandangan lurus ke depan
Tangan kanan memegang kipas lurus ke atas, tangan kiri memegang sapu lidi berada di samping pinggang kiri membentuk siku-siku 45 derajat
Badan tegap menghadap ke depan
Kedua kaki rapat
2x8





A.    Tata Rias
Tata Rias adalah kelengkapan penunjang koreografi yang penting karena memiliki sifat visual (Hidajat, 2013:111). Dengan demikian, tata rias merupakan suatu kegiatan mengubah penampilan dari bentuk asli sebenarnya dengan bantuan bahan dan alat kosmetik. Istilah make up lebih sering ditujukan kepada pengubahan bentuk wajah, meskipun sebenarnya seluruh tubuh bisa di hias (make up).
Wajah penari Gandrung akan berubah setelah menggunakan tata rias. Tata rias tari Gandrung Banyuwangi menggunakan model tata rias cantik yaitu tata rias untuk mempercantik diri.
       

1.      Eye shadow, menggunakan warna hitam atau coklat (warna gelap) sedangkan diatasnya menggunakan warna putih (warna terang)
2.      Alis berkarakter kenes
3.      Blush On menggunakan warna merah untuk menonjolkan tulang pipi
4.      Lipstik pada bibir menggunakan warna merah



B.     Tata Busana Seblang
Tata busana tari adalah sebuah pengetahuan yang memberikan pemahaman tentang cara-cara untuk merencanakan visualisasi (Hidajat, 2013:121). Busana penari Seblang Subuh sama dengan busana penari Gandrung karena tari Seblang Subuh merupakan bagaian dari pertunjukan Gandrung Terop. Busana penari Gandrung disebut Basahan, pada mulanya sangat sederhana sekali, yang terdiri dari jamang (sebagaian atasnya mirip dengan mahkota), mekak (untuk menutup bagaian dada), kelat bahu, pending, celana panjen, kaos kaki, kaca mata putih dan sampur berwarnah merah. Pada perkembangannya busana yang sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi lebih baik lagi.

Busana Tari Seblang Subuh
No
Nama
Keterangan
Gambar
1
Ebok atau sembongan
sama dengan bagian-bagian busana yang lainnya, cara Penutup pinggul yang berbahan dasar memakainya yaitu dengan mengikatkan tali pada pinggul bagian belakang

2
Ilat-ilatan
Terbuat dari kain beludru hitam yang dihias monte warna emas dan warna-warna lain, yang dipakai untuk melengkapi bagian utuk agar terlihat lebih indah. Cara memakainya dengan mengikatkan tali pada leher.

3
Otok-otok dan Samir
Terbuat dari kain beludru berwarna hitam yang dihiasi manik-manik seperti kostum yang lainnya, dipakai pada tubuh bagian belakang tepatnya bagian punggung. Selain dihiasi manik-manik berupa bruci/monte juga terdapat sebuah lambing Negara berupa kain berwarna merah dan putih yang melambangkan bahwa gandrung merupakan salah satu alat perjuangan

4
Mekak / utuk
Terbuat dari kain beludru berwarna hitam sebagai penutup perut dan dada, yang dihiasi dengan bunga yang terbuat dari bahan bruci/monte. Cara menggunakannya yaitu dengan mengikat tali yang pada leher dan punggung

5
Kelat bahu
Kelat bahu dipakai pada lengan kanan dan kiri,berfungsi untu menghiasi lengan. Biasanya dibuat berbentuk kupu-kupu yang dihiasi bruci/monte berwarna emas dan warna lain agar lebih indah

6
Sampur
Umumnya sampur yang dipakai berwarna merah dan terdapat rumbai-rumbai warna kuning. Dipakai dengan cara dikalungkan dileher.

7
Omprog
Semacam mahkota yang terbuat dari kulit binatang yang dipahat dan dihias sehingga membentuk suatu mahkota yang indah serta dihiasi dengan hiasan diatasnya berupa bunga yang bergoyang atau disebut dengan kembang goyang

8
Keter
Dipasang pada bagian atas Omprog. Bentuk dari keter ini dalah seperti kembang goyang.

9
Sabuk
Sebuah perlengkapan dari kostum seblang subuh maupun gandrung yang terbuat dari kain yang dipakai pada bagian perut atau dengan ikat pinggang yang berfungsi sebagai perhiasan busana gandrung maupun seblang subuh dan berfungsi sebagai tempat meletakkan kipas

  10
Kain panjang/Jarit
Kain panjang yang dikenakan adalah kain dengan motif tertentu yang disebut dengan gajah oling. Motif ini merupakan motif yang khas dari kabupaten Banyuwangi. Pada umumnya motif gajah oling sangat beraneka ragam, tetapi yang digunakan untuk kesenian gandrung adalah kain yang berwarna dasar putih

11
Kipas
Diletakkan pada depan perut dengan cara diselipkan di sabuk penari.

12
Kaos kaki
Salah satu kelengkapan kostun penari Gandrung yang wajib dipakai. Kaos kaki yang digunakan berwarna putih sebagai lambang dari kesucian

13
Penebah /Sapu lidi
Sebuah sapu lidi yang digunakan sebagai penggambaran dari pembersihan segala hal jelek dalam hidup

a




C.    Musik
Banyuwangi merupakan suatu kabupaten yang mempunyai banyak  kesenian tradisi baik berupa seni drama (lakon), tari dan musik. Musik khas banyuwangi disebut dengan Gendhing Banyuwangen yang mempunyai ciri khas yang tidak dapat ditemui di daerah lain, gamelan yang digunakan juga merupakan gamelan
banyuwangi “perpaduan gamelan Jawa dan Bali” yang membentuk suatu etnik musik yang berbeda. Bahan pembuatan gamelan Banyuwangi juga bukan terbuat dari tembaga atau perunggu melainkan dari besi. Salah satu yang menjadikan gamelan banyuwangi unik yakni pada biola. Biola merupakan suatu alat musik yang berasal dari daratan eropa. Pada Gendhing Banyuwangen, biola ini dimainkan secara ganda, suaranya cendrung samar dan tidak jelas, hal ini dilatar belakangi oleh sejarah penjajahan di Indonesia yang dulunya musik berfungsi sebagai media hiburan rakyat dijadikan sarana komunikasi oleh bangsa Indonesia dalam melancarkan strategi perang maupun sebagai mata-mata penjajah.
Alat musik gendhing banyuwangi terdiri dari seperangkat gamelan yakni:

1.      Biola, merupakan salah satunya dijadikan sebagai pantus atau pemimpin lagu. Menurut sejarahnya, pada sekitar abad ke-19 seorang Eropa menyaksikan pertunjukan Seblang yang diiringi dengan suling. Kemudian orang tersebut mencoba menyelaraskannya dengan biola yang dia bawa waktu itu, pada saat dimainkan lagu-lagu Seblang tadi dengan biola, orang-orang sekitar terpesona dengan irama menyayat yang dihasilkan biola tersebut. Sejak itu, biola mulai menggeser suling karena dapat menghasilkan nada-nada tinggi yang tidak mungkin dikeluarkan oleh suling (kompas 4 desember 1982).
2.      Kluncing (triangle), yaitu alat musik terbentuk segitiga yang terbuat dari kawat besi tebal dan dibunyikan dengan alat pemukul dari bahan yang sama.
3.      Kendhang , yang jumlahnya satu atau dua, kendhang yang dipakai di Banyuwangi hampir serupa dengan kendhang yang dipakai dalam gamelan Sunda maupun Bali. Fungsinya adalah menjadi komando dalam musik, dan sekaligus memberi efek musical di semua sisi.
4.      Kethuk,  fungsinya  bukan sekedar sebagai instrument penguat atau penjaga irama seperti halnya pada gamelang jawa, namun tergantung dengan kluncing untuk mengikuti pola tabuhan kendhang.
5.      Kempul atau gong , dalam gamelan Banyuwangi (khususnya Gandrung) hanya terdiri dari satu instrument gong besi yang berfungsi sebagai batas akhir dari suatu komposisi nada
6.      Saron biasanya disebut juga ricik, adalah salah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan. Saron menghasilkan nada satu oktaf lebih tinggi daripada demung, dengan ukuran fisik yang lebih kecil. Tubuh saron biasanya terbuat dari kayu dengan bentuk seperti palu.
7.      Angklung, alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa Barat. Alat musik ini terbuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturanbadan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar.
Pada Gendhing Gandrung terdapat beberapa macam iringan lagu yakni :

Iringan Lagu dalam Gandrung
No
Iringan lagu
Gerak atau aksen
Keterangan
1.       
Condro dewi
(cepat)
-          Kiplas sampur. Ngumbul ampur.
-          Cari formasi
2.
Condro dewi atau lombo
-          Kepala, bahu, egol (2,3,4 dan seterusnya).
-          Sampur di bahu + kiplasan, igelan.
-          Kaki ke samping kanan dan kiri
-          Kiplasan sampur atau ingkok ngumbul.
-          Dipandu kluncing
2.       
Seblang lukinto sindeh atau solo
-          Sampur ke atas atau kiri
-          Ke kiri gebyar.
-          Sampur slulupan.
-          Tranjakan
-          Suasana syahdu atau ritual
3.       
Seblang lukinto solo + koor
-          Deleg kepala dua kali
-          Jintet bahu dua kali
-          Egol dua kali
-          Sirig, sagah
-          Gerakan di atas dilakukan tiga kali.
-           
4.       
Podo nonton jaran dawuk
-          Gerakannya sama dengan gerak jejer lama.
-          Egol lombo 2 kali
-          Lempar sampur cepat 2 kali
-
5.       
Layar kumendung
-          Sampur di atas kiri dan kanan
-          Tumpang talian 4 x 4
-          Ngeser putar
-          Sapuan lima kali
-          Ngeser putar
-          Sapuan lima kali
-          Tumpang tahan 4 x 4
-          Ritual atau syahdu
6.       
Sekar jenang pesisiran
-          Kupingan anting
-          Keplokan sampur
-          Tumpang talian 2 kali

7.       
Pesisiran
-          Tumpang talian
-          Remo surabayan 2 kali

8.       
Sawunggaling
-          Egol siji kerep
-          Sirig egol satu 4 x 4
-          Gebyaran

9
Opak apem
-          Nutujarai, gebyar, simpuh.
-          Berdiri egolan lombo (sapu)
-          Egolan cepet (sapu)

10
Giro byar
-          Semua ke arah tengah (mengangkat satu gandrung)




Nah sudah tau kan apa itu tari Seblang Subuh..!!! Semoga bermanfaat bagi kita semua aminn..









A.